Potensi

Selasa 03 Desember 2019

Berdasarkan hasil penggalian gagasan atau pengkajian potensi nagari, maka dapat dirumuskan potensi yang ada di Nagari Lambah. Potensi tersebut dikelompokan atas 4 bidang, yaitu :

(1) Potensi di bidang penyelenggaraan pemerintahan nagari,

(2) Potensi di bidang pelaksanaan pembangunan,

(3) Potensi di bidang pembinaan masyarakat dan

(4) Potensi di bidang pemberdayaan masyarakat.

  • POTENSI

Potensi yang dimiliki oleh Nagari lambah dalam mencapai visi dan misi yang akan dicapai diantaranya adalah meliputi :

  1. Hasil Pembangunan sebagai Modal Dasar

Hasil-hasil pembangunan baik fisik maupun non fisik yang telah dicapai dicapai oleh pemerintah nagari selama ini dapat dijadikan modal dasar sebagai tahapan pembangunan selanjutnya.

  1. Adanya potensi sumberdaya alam dan potensi ekonomi lainnya.

Sumberdaya alam potensi ekonomi yang tersedia di nagari lambah terutama pada sektor pertanian,peternakan dll.

  1. Ketersediaan Tenaga Kerja

Tenaga kerja di nagari lambah apabila diiringi dengan peningkatan kualitas SDM maka akan menjadi salah satu kekuatan pembangunan.

  1. Persatuan dan kesatuan

Merupakan modal utama dalam setiap kegiatan baik fisik maupun non fisik dalam hal tersebut dapat terlihat dari peran aktif seluruh kelembagaan yang ada di nagari.

  1. Ketersediaan lahan.

Luasnya sektor pertanian dan perkebunan yang cukup luas yang apabila di dalam pemamfaatannya dilakukan secara optimal, tepat guna serta ditunjang berbagai sarana dan prasarana pendukung diharapkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat serta dapat digunakan untuk memajukan nagari.

  1. Potensi Kelembagaan.

Partisipasi aktif dari kelembagaan yang ada di nagari yang mampu memupuk rasa kesetiakawanan membangkitkan  nilai-nilai swadaya masyarakat serta membantu Pemerintah nagari baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan pembangunan.

Berdasarkan ketentuan Permendagri  Nomor 114 tahun 2014 tentang pedoman pembangunan desa namun  untuk menyelaraskan dengan perencanaan  pembangunan di kabupaten  agam ,maka bidang-bidang tersebut merupakan dasar dari RPJMD Kabupaten Agam tahun 2016-2021 yakni :

  1. Berpedoman pada pasal 9 paragraf 3 pasal 10 dan pasal 11 permendagri 114 tahun 2014 tentang Pedoman pembangunan desa, bahwa penyusunan RPJM nagari diwajibkan adanya penyelarasan antara RPJMNagari dengan RPJM kabupaten.
  2. Pasal 12,13,14 peremendagri 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan desa perlu adanya pengkajian keadaan Desa.
  • Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Nagari

Potensi yang dimilik di bidang penyelenggaraan pemerintahan nagari antara lain

  1. Kantor Wali Nagari dan kantor Jorong untuk 2 Jorong
  2. Perangkat Nagari
  3. Aula Musyawarah
  4. Kendaraan Dinas Wali Nagari
  • Bidang Pelaksanaan Pembangunan

Potensi yang dimilik di bidang pelaksanaan pembangunan antara lain : tersedianya sumber daya alam seperti : areal pesawahan yang luas,  lahan perkebunan, dan lain lain. Disamping sumber daya alam, juga tersedia sumber daya manusia dalam jumlah yang cukup banyak sebagai tenaga yang terlibat langsung dalam pelaksanaan pembangunan. Pada sektor pendidikan terdapat sarana dan prasarana seperti : Sekolah Dasar, Madrasah, Taman Kanak Kanak , Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Atas dan  tenaga guru. Untuk sektor kesehatan terdapat :Posyandu, Puskesmas pembantu, bidan desa, dan kader posyandu dan pada aspek infrastruktur terdapat jalan, jembatan dan irigasi. Tersedianya Perpustakaan nagari, perpustakaan masjid.

  • Bidang Pembinaan Masyarakat

Potensi di bidang pembinaan masyarakat antara lain: tersedianya mesjid dan Mushalla untuk pembinaan bagi imam, khatib ,remaja mesjid dan peserta Didikan Subuh.Dan adanya Lembaga kemasyarakatan Nagari seperti Lembaga Kerapatan adat nagari, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, Persatuan majelis taklim. Majelis Ulama Nagari, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Karang Taruna, Bundo Kanduang, Puti Bungsu, dan Parik Paga

  • Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Potensi di bidang pemberdayaan :

Antusiasme masyarakat yang tinggi untuk mengikuti Pelatihan – pelatihan ,gotong royong dan peran perantau sangat terlihat dalam bentuk sumbangan kepada nagari dalam pembangunan untuk  jorong.